lost loss lose
stop asking to much
im not longer eat ur words
fuck you very much
4.33 am

dan pagi masih buta,
buta karena matahari masih mengantuk
dan buta di pagi hari karena belum juga tertidur normal di waktu yg selalu sama
dan selalu sama diburu oleh waktu karena tak jua selesai bermain-main dgn keadaan
dan keadaan dengan leluasnya mempengaruhi pagiku saat ini,
aku buta dipagi hari aku buta dimalam hari aku buta di siang sore hari jadi kapan bisa aku melek?
melek akan hargamu yang begitu tinggi
melek akan produkmu yang begitu agung
melek akan kehadiranmu beserta serdadu menawan melihat dan mencatat persis seperti para sekertaris alumni Tarakanita catat ini itu tanpa jeda
semenawan dan serajin itulah para pembantumu?
dan aku masih bingung selalu bingung arah kaki ini tak jua ke kiri atau kekanan arah tangan ini belum bisa sepenuhnya ke kiri atau kanan? semuanya masih ditengah padahal aku benci yang setengah-setengah ahh jengah lama-lama bisa muntah jadi rebahan sajalah,kali-kali matahari sudah bangun dan kembali membakar kulit sampai nanti air diawan tumpah ruah berkumpul ditanah tinggal tunggu intruksi ‘Pak Bos’ bisa saja tenggelam ini ruang
dan aku masih jaga2, menjaga mata, hati, telinga,kaki,tangan,mulut semuanya harus dijaga full24jam 7hari non-stop-jeda, sanggupkah aku? sebenarnya sanggup jika si kreator tak membubuhkan bumbu nafsu ke aku,
sayangnya ‘Dia’ menambahkan penyedap dan takaranya meledak sampai-sampai aku jadi seperti badak liar yang menjelajah ratusan kilometer tapi tenang aku selalu tahu jalan pulang karena ditiap titik petualanganku tanahnya aku kencingi dengan air seniku, lalu aku pulang walau sesekali aku berputar dulu lalu ketemu titiknya,
walau dalam perjalanan bau kencing itu tak menyengat lagi, walau di arah pulang ada predator menyaru sebagai godaan aku masih punya beberapa titik lagi belum sampai ke garis akhir memang jd aku blm bs santai
tapi tenang kelak nanti aku akan pulang dituntun tanah berbau kencingku, aku pulang ketanah galian yang entah kapan bernisan!
aku liar dan aku ingin pulang tapi tanah bekas kencing ini terlalu tebal untuk bisa mengarahkan meskipun bau pesingnya hilang aku masih percaya 2serdadu Tuhan setia menunggu di tanah galian menunggu au pulang dengan segala pertanyaan yg pernah kupelajari dulu di tingkat sd “siapa Tuhanmu, Malaikatmu,Agamamu,”
mungkin blm bisa kubanyangkan mulut ini menganga seperti apa nantinya ahh biarlah dulu,
semakin kencang suara ini sahut2an ditengah pagi buta dinging ini aku merinding karena belum bisa juga terpanggil „semoga suara ini masih aku dengar walau belum aku ikuti arahnya!
suara adzan 4.33 AM






